Sabtu, 13 Juni 2026

Jadi Ajang Unjuk Bakat Atlet Esport Muda Tanah Laut, Polres Tanah Laut Gelar Turnamen Mobile Legends Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80


Tanah Laut - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut menggelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Tanah Laut Cup sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus penguatan komunitas digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Toko Kopi Makmoer Bersama, Pasar Tapandang Berseri Pelaihari, Sabtu (13/6) malam.

Turnamen ini diikuti oleh 30 peserta yang tergabung dalam 6 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap perkembangan dunia e-sport yang kini semakin diminati dan berkembang pesat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., dan dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut. Hadir pula Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Tanah Laut H.M. Rahmat Hidayat yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Laut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang telah dimulai sejak hari sebelumnya dan berlangsung dengan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, e-sport saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu menyalurkan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda ke arah yang positif.

Kapolres menegaskan bahwa e-sport bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

“E-sport bukan hanya tentang juara, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi, membentuk tim yang solid, serta menjadi wadah kompetisi yang sehat untuk mengembangkan minat dan bakat,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kompetisi ini sebagai momentum mempererat persaudaraan antar komunitas serta membangun karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pertandingan berlangsung seru dan kompetitif hingga babak final. Setelah melalui persaingan yang ketat, Tim Genoside berhasil meraih Juara I, disusul Tim Mistream sebagai Juara II, dan Tim Kuda Hamuk menempati posisi Juara III.

Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Laut berharap dapat terus mendukung perkembangan e-sport di Kabupaten Tanah Laut serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, dalam suasana yang positif dan penuh semangat kebersamaan.

Polsek Panyipatan Pantau Tanaman Jagung Usia 60 Hari di Batu Tungku, Dukung Produktivitas Pertanian Warga

TANAH LAUT — Polsek Panyipatan, Polres Tanah Laut, terus mengintensifkan kegiatan monitoring lahan pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan jagung binaan Polri milik Suwardi yang berada di Desa Batu Tungku RT 012, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga dan berkembang dengan baik hingga memasuki masa panen. Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 1 hektare dengan usia tanam mencapai 60 hari.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Personel Polsek Panyipatan juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta upaya pencegahan terhadap gangguan hama yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.

Pendampingan yang dilakukan oleh Polri melalui kegiatan monitoring rutin menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan dalam meningkatkan hasil pertanian.

Kapolsek Panyipatan, IPTU Wanda Satriadi, mengatakan bahwa program pendampingan pertanian yang dilakukan Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Monitoring tanaman jagung ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman yang saat ini berusia 60 hari dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Program pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian, karena dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan serta mendukung kesejahteraan para petani,” ujar IPTU Wanda Satriadi.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus diperkuat guna mendorong kemajuan sektor pertanian serta menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Polsek Takisung Pantau Perkembangan Jagung Usia 60 Hari di Lahan Binaan Polri Desa Gunung Makmur

TANAH LAUT — Polsek Takisung, Polres Tanah Laut, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring lahan pertanian binaan Polri di wilayah hukumnya. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan di lahan jagung milik Sudirman yang berada di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal serta mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi produktivitas lahan. Tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia sekitar 60 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung terpantau tumbuh dengan baik dan mendapatkan perawatan secara rutin. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel Polsek Takisung juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan hama dan penyakit.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlangsungan usaha pertanian.

Kapolsek Takisung, AKP Duki, mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, termasuk di bidang pertanian.

“Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kami berharap tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan optimal hingga masa panen. Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar AKP Duki.

Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 60 hari, lahan jagung milik Sudirman diharapkan mampu menghasilkan panen yang maksimal dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Polsek Pelaihari Pantau Jagung Usia 91 Hari di Sumber Mulia, Potensi Panen Capai 22 Ton

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui program lahan binaan Polri. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan oleh Aipda Rahmat selaku Bhabinkamtibmas Desa Sumber Mulia pada lahan jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Bersemi yang berada di RT 09 RW 04 Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal menjelang masa panen. Lahan jagung seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 91 hari dengan potensi hasil panen diperkirakan mencapai 22 ton.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan sebagian telah memasuki fase pematangan tongkol. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Aipda Rahmat juga berkoordinasi dengan kelompok tani terkait perawatan tanaman, kesiapan panen, serta pemasaran hasil produksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani dan kelompok tani di wilayah binaan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Kapolsek Pelaihari, IPDA Karia Jaya, mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri akan terus mendukung para petani melalui kegiatan monitoring dan pendampingan di lapangan. Dengan kondisi tanaman yang baik dan potensi hasil mencapai sekitar 22 ton, kami berharap panen nantinya dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujar IPDA Karia Jaya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya jagung di lahan binaan Polri menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani dan aparat di lapangan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Jumat, 12 Juni 2026

Polsek Kurau Monitoring Jagung Pascatanam di Lahan 5 Hektare, Pertumbuhan Tanaman Terus Dipantau

TANAH LAUT — Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, terus mengawal program ketahanan pangan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah binaannya. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan milik Misriyati yang berlokasi di RT 2 RW 1 Desa Srikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring pascatanam dilaksanakan oleh AIPTU Rahmat Widhi Jatmiko selaku Ka SPK Polsek Kurau didampingi AIPDA Faisal Mubarak. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap tumbuh optimal serta mengetahui perkembangan tanaman menjelang masa panen.

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 5 hektare dengan usia tanaman mencapai 2 bulan 18 hari atau sekitar 78 hari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan terus mendapatkan perawatan dari pemilik lahan.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanaman, personel Polsek Kurau juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pupuk, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil produksi.

Kapolsek Kurau, IPTU Bambang Hariansyah, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen sehingga memberikan hasil yang maksimal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang Hariansyah.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kurau terus meningkat dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut