Jumat, 29 Mei 2026

Hadir Memberi Semangat, Kapolres dan Bhayangkari Tanah Laut Kunjungi Personel yang Mengalami Cobaan




Kapolres Tanah Laut dan Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Tunjukkan Kepedulian Lewat Anjangsana kepada Personel yang Tertimpa Musibah


Tanah Laut – Wujud nyata kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan keluarga besar Polres Tanah Laut. Kapolres Tanah Laut bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut melaksanakan kegiatan anjangsana kepada personel dan keluarga besar Polres Tanah Laut yang tengah mengalami musibah, Jumat (29/5/2026).


Kegiatan penuh kehangatan dan empati tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi rumah kediaman Kapolsek Bati-Bati AKP M. Afianoor serta Rumah Dinas Kapolsek Tambang Ulang IPTU Mangasa Siagian, S.H.


Dalam kunjungan itu, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, Wakapolres Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, serta pengurus Bhayangkari Cabang Tanah Laut.


Suasana kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pimpinan beserta rombongan menjadi bentuk dukungan moril sekaligus penguat semangat bagi personel dan keluarga yang sedang menghadapi cobaan.


Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan kepada seluruh personel beserta keluarga besar Polres Tanah Laut.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota dan keluarga besar Polres Tanah Laut tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk dukungan moril, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan dan solidaritas di lingkungan Polres Tanah Laut,” ujar Kapolres.


Ia juga berharap keluarga yang sedang mengalami cobaan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi situasi yang ada.


Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di lingkungan Polres Tanah Laut.

Panen Jagung di Jorong Capai 12 Ton, Polsek Dukung Ketahanan Pangan Bersama Petani

Tanah Laut - Jajaran Polsek Jorong melaksanakan kegiatan panen jagung bersama petani binaan di lahan garapan milik Bapak Nyoman Suanre, anggota Kelompok Tani Sumber Rezeki, yang berada di area PT Inhutani I Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (29/5).

Panen dilakukan di lahan seluas sekitar 3 hektare dengan hasil produksi mencapai kurang lebih 12 ton jagung. Hasil panen tersebut selanjutnya dibeli oleh pengepul bernama Afandi dengan harga Rp4.000 per kilogram.

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Jorong.

Kapolsek AKP Rahmad Ramadhany mengatakan bahwa keberhasilan panen jagung tersebut menunjukkan semangat dan kerja keras para petani yang terus mendapat pendampingan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian.

“Polri akan terus hadir mendukung para petani melalui kegiatan monitoring, pendampingan hingga panen seperti saat ini. Kami berharap hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut,” ujar AKP Rahmad Ramadhany.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang baik antara kelompok tani, pengepul, dan seluruh unsur terkait diharapkan mampu menjaga stabilitas hasil pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Bhabinkamtibmas Polsek Pelaihari Monitoring Lahan Jagung 10 Hektare, Polisi Dialog Langsung dengan Petani

Tanah Laut - Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Pelaihari melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Riam, Aipda Rahmat, di lahan milik Kelompok Tani Suka Membangun atas nama Wayan Suantra yang berlokasi di Jalan Panyipatan Raya, Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (29/5).

Lahan jagung seluas sekitar 10 hektare tersebut kini memasuki usia tanam 92 hari dengan kondisi pertumbuhan tanaman yang terpantau cukup baik dan siap memasuki tahap perkembangan akhir sebelum panen.

Dalam kegiatan monitoring itu, Aipda Rahmat juga berdialog langsung dengan pemilik lahan guna mengetahui perkembangan tanaman, kondisi cuaca, hingga kendala yang dihadapi petani selama proses perawatan jagung berlangsung.

Kapolsek Iptu Benny Wishnu Wardhany mengatakan bahwa kegiatan monitoring lahan pertanian merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya mendekatkan diri kepada masyarakat petani.

“Kami ingin memastikan perkembangan tanaman jagung masyarakat berjalan baik hingga masa panen. Kehadiran personel di lapangan juga sebagai bentuk pendampingan dan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian,” ujar Iptu Benny Wishnu Wardhany.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian dan kelompok tani diharapkan dapat terus terjalin guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Polisi Pantau Jagung Siap Panen di Batu Ampar, Produktivitas Petani Terus Dijaga

Tanah Laut - Personel Polsek Batu Ampar bersama petani binaan terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan di lahan milik Sdri. Hatiyonowati yang berada di Desa Tajau Pecah, dengan luas lahan sekitar 3 hektare dan usia tanaman jagung telah memasuki 100 hari. Jumat (29/5).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap sehat dan pertumbuhannya optimal menjelang masa panen. Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung terlihat tumbuh dengan baik serta memiliki perkembangan yang cukup maksimal.

Kapolsek AKP Munadi mengatakan bahwa kegiatan pendampingan dan monitoring ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus membantu para petani dalam menjaga produktivitas pertanian di wilayah hukum Polsek Batu Ampar.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung masyarakat dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen. Polri akan terus hadir mendukung program ketahanan pangan dan memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat mengelola lahannya,” ujar AKP Munadi.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Laut.

 #swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Mediasi Kasus Dugaan Penipuan di Bati-Bati Berakhir Damai, Korban Pilih Jalur Kekeluargaan

Tanah Laut — Kepolisian Sektor Bati Bati memfasilitasi penyelesaian kasus dugaan tindak pidana penipuan melalui pendekatan problem solving pada Jumat (29/5/2026), setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara damai.

Kasus tersebut diketahui bermula sejak tahun 2020 di Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Seorang perempuan berinisial MJ diduga menawarkan sejumlah barang berupa air, bedak, lipstik, dan cermin yang disebut telah diberi doa-doa oleh seseorang bernama Bu Saripah kepada korban berinisial M.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp 90 juta. Sebelum dilakukan mediasi, pihak Sdri M diketahui sempat menghubungi layanan darurat Polri 110 untuk berkonsultasi terkait permasalahan yang dialaminya. Setelah menerima laporan dan konsultasi, petugas kemudian mengarahkan Sdri M untuk datang ke Kepolisian Sektor Bati Bati guna penanganan lebih lanjut.

Upaya mediasi kemudian dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 Wita, bertempat di Mapolsek Bati-Bati. Pertemuan tersebut mempertemukan pihak korban dan terlapor guna mencari penyelesaian terbaik tanpa harus melanjutkan perkara ke jalur hukum.

Dalam hasil kesepakatan, pihak korban Sdri M menyatakan bersedia menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, memaafkan Sdri MJ, serta tidak melanjutkan proses hukum atas perkara tersebut.

Sementara itu, Sdri MJ menyatakan kesediaannya untuk mengganti seluruh kerugian korban sebesar Rp 90 juta. Pembayaran tahap awal sebesar Rp 20 juta dilakukan terlebih dahulu, sedangkan sisa pembayaran direncanakan akan diselesaikan pada Oktober 2026 setelah musim panen padi.

Kegiatan mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Aiptu Purnomo Sidik selaku Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Bati Bati.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan bahwa penyelesaian melalui Mediasi menjadi salah satu langkah untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

“Polsek Bati-Bati selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara humanis dan kekeluargaan selama kedua belah pihak sepakat. Dengan adanya mediasi ini, diharapkan permasalahan selesai dengan baik dan hubungan sosial masyarakat tetap terjaga,” ujar Kapolsek.