Polres Tanah laut Bentuk Tim Satgas Penghapusan Merkuri
Posted by subbaghumas-restala at Senin, 06 November 2017
0 Comments
Pelaihari 07/11/2017 Humas Polres Tanah laut

Minamata adalah contoh dari malapetaka lingkungan sekaligus
pelajaran berharga bagi kita semua. Kita tidak ingin apa yang terjadi di
Minamata itu terjadi juga di tempat kita. Sudah saat kita tidak hanya
memikirkan emas semata, tapi juga memikirkan nasib anak cucu kita ke depannya.
Ingat merkuri, ingat juga Minamata Disease.

Merkuri masih banyak
digunakan para penambang emas tradisional (penambang emas skala kecil). Para
penambang emas tradisional menggunakan merkuri untuk menangkap dan memisahkan
butir-butir emas dari butir-butir batuan hingga proses pemurniannya.
rapat koordinasi yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Tanah laut, Kabag Ops Kompol Fauzan Arianto SH,S.IK, Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi S.IK, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperindag, para Kapolsek jajaran Polres Tanah laut dan Kepala SKPD Kabupaten Tanah laut,
tujuan rakor upaya mengantisipasi penggunaan Merkuri di wilayah Kabupaten Tanah
Laut yang terjadi saat ini. “Merkuri di Kalimantan Selatan menjadi perhatian pemerintah Pusat karena Penggunaan merkuri
harus mendapat pengawasan untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya tersebut
khususnya di wilayah Tanah Laut” tutur
Kapolres Tala
Dari hasil rakor, Polres Tanah laut membentuk tim Satgas penghapusan penggunaan Merkuri bahan kimia yang dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan juga dapat meracuni hewan serta tumbuhan
