Rabu, 08 April 2026

Polri Menyapa Ojek Online Banua, Kakorlantas dan Kapolda Kalsel Dengar Langsung Aspirasi Mitra Ojol



Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan "Polri Menyapa Ojek Online Banua" yang digelar di La Tare Joglo Resto Cafe n Gallery, Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Rabu (7/4/2026). Acara yang dimulai pukul 14.30 WITA ini dihadiri langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., dan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Dir Kamsel Koorlantas Polri Brigjen Pol Prianto, S.I.K., M.Si., Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, para koordinator lapangan komunitas ojek online (ojol) seperti Gojek, Shopee, Maxim, dan lainnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H. sebagai bentuk memperkuat silaturahmi dan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat khususnya mitra ojek online.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam arahannya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan program "Polantas Menyapa dan Melayani" sebagai bentuk komitmen Polri, khususnya Korps Lalu Lintas, untuk menjadi sahabat bagi seluruh komunitas ojol. Menurutnya, pendekatan komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan harus terus dibangun, bukan sekadar hubungan operasional di jalan.

"Fokus utama Polri adalah mengurangi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, yang pada tahun 2024 tercatat mencapai 26.000 jiwa. Karena itu, saya imbau para pengemudi ojol untuk tidak melawan arus, selalu tertib berlalu lintas, serta memakai helm, jaket, dan atribut lengkap. Pastikan juga penumpang Anda menggunakan helm," pungkas Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Kakorlantas juga mengumumkan rencana pemberian bantuan perangkat ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) ke setiap Polres guna mendukung operasional keamanan. Ia menekankan pentingnya pendekatan preventif dan edukatif daripada sekadar penilangan, terutama bagi pengendara yang sudah tertib dan mengenal petugas. Tak hanya itu, gagasan inovatif seperti "Bengkel Ojol" atau "Shelter Ojol" pun digagas melalui koordinasi dengan Polda setempat untuk memudahkan komunikasi di lapangan. Para Dirlantas juga diarahkan untuk memprioritaskan kemudahan layanan pembuatan SIM bagi komunitas ojol sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada komunitas ojol yang dinilainya telah bekerja keras melayani masyarakat sekaligus membantu menjaga ketertiban di jalan raya. Beliau menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan sarapam untuk mendengar langsung keluhan, masukan, dan harapan para pengemudi.

"Patuhi rambu-rambu, jangan melawan arus, dan jangan menggunakan ponsel saat berkendara demi keselamatan diri dan penumpang. Pastikan kondisi kendaraan layak jalan dan gunakan helm standar SNI secara konsisten," imbau Kapolda.

Beliau juga berharap komunitas ojol dapat menjadi mitra dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melapor jika melihat tindak kriminal atau gangguan kamtibmas. Para pengemudi ojol diharapkan menjadi teladan bagi pengendara lain dalam disiplin berlalu lintas di Kalimantan Selatan.

Merespons aspirasi mengenai kebutuhan tempat istirahat (shelter) yang layak agar pengemudi tidak berkerumun di bahu jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas, Kapolda langsung memberikan instruksi kepada jajarannya untuk membantu mempermudah akses layanan kepolisian bagi komunitas ojol, termasuk dalam hal administrasi kendaraan.

"Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Polri siap mendukung kelancaran serta keamanan para pejuang nafkah di jalanan," tutup Kapolda Kalsel.

0 comments:

Posting Komentar