Minggu, 04 Mei 2014

TRUCK BERMUATAN KAYU JENIS ULIN DITANGKAP POLISI


Selasa 29 April 2014 jam 12.00 wita

Ditreskrimsus Polda Kalimantan selatan telah mengamankan satu unit mobil Dump Truck No Pol DA 9918 PB warna kuning yang di kemudikan oleh Selamet Riadi warga desa Alur Rt. 03/01 Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah laut, truck tersebut ditangkap saat  sedang melintas didepan kantor Polsek Tambang Ulang dengan barang bukti kayu jenis ulin sebanyak 71 potong panjang 2 meter dengan berbagai ukuran tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Sementara  barang bukti berupa sejumlah kayu ulin dan truck diamankan di Polres Tanah laut guna proses penyidikan selanjutnya.

Kamis, 01 Mei 2014

TOYOTA KRISTA BAWA KAYU ULIN TANPA IJIN DITANGKAP

Pelaihari, 30 April 2014 jam 11.30
Polres Tanah laut telah mengamankan satu Unit mobil Toyota Kijang No Pol KH 1034 AB saat melintas di jalan A. Yani desa Tajau pecah  Kecamatan Batu Ampar yang bermuatan kayu jenis ulin sebanyak 152 potong tanpa dilengkapi surat ijin yang sah, yang dilakukan oleh Nujhan Alias Jahan Bin Ucok.

Saat ini Pelaku beserta barang bukti diamankan di Polres Tanah laut guna prses penyidikan selanjutnya

DUA PELAKU PEMERKOSA SISWI SMP DITANGKAP


Dua pelaku pemerkosa bunga (15), Rahmansyah (18) dan Pahruji (25) berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Tala. Keduanya  warga Desa Batu Tungku Rt 04 Kecamatan Panyipatan, Kamis, (24/4/2014)
Korban yang masih duduk di bangku SMP kelas satu ini pulang sendirian menonton orkes di Desa Sukaramah, Kecamatan Panyipatan, dicegat oleh kedua pelaku. Selanjutnya kedua tersangka meminta uang kepada korban tetapi korban tidak punya uang.

Pelaku kemudian menyeret korban ke dalam kebun karet. Selanjunya memaksa berhubungan badan tetapi korban menolak. Merasa korban menolak, pelaku memaksa dengan mencekik leher dan mengancam korban dengan menggunakan parang yang ditempel di perut korban.
Kasat Reskrim Polres Tala AKP Arief Prasetya mengatakan, begitu menerima laporan, langsung bergerak dan mencari pelaku sesuai ciri-ciri dan keterangan dari korban. Kedua pelaku berhasil diamankan tidak berselang lama setelah korban melapor.

"Kedua pelaku diancam pasal 81 ayat 1 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan minimal tiga tahun penjara," kata Arief Prasetya, Kamis, (24/4/2014).

MOBIL PICK UP TERGULING DI JALAN WISATA GUNUNG KAYANGAN


Kecelakaan Lalu Lintas kembali terjadi di Tanahlaut. Mobil Pick up Isuzu No Pol AA 1711 YC yang diperkirakan dinaiki 13 penumpang terbalik di wilayah Gunung Kayangan, Pelaihari, Selasa, (29/4/2014) sekitar pukul 15.00 Wita, Kecelakaan diduga akibat ban meletus sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju mobil hingga akhirnya mobil terpental dan terguling yang mengakibatkan :

NAMA
MD
LB
LR
Imis, 35 th Simpang lima Rt.1 Kab. Banjar
X
 
 
Kaderi, 35 th Komp. BPI No 11 A Rt.17 Sungai Ulin Banjar baru
 
X
 
Suramto, 22 th Jl. Landasan ulin Loktabat Banjarbaru
 
X
 
Lasim suseno, 26 Jl. Siderejo  Gg Harapan Jaya Banjarbaru
 
X
 
Abd. Gofar AN, 27 th Desa Karang Rejo Rt.15 Banjarbaru
 
X
 
Budi Irwanto, 28 th  desa Sumber Sari Rt.3 Kab. Banjar
 
X
 
Tukamid 52 th desa Sumber Sari Rt.3 Kab. Banjar
 
 
X
Rohadi, 50 th Desa Sumber Sari Rt.3 Kab. Banjar
 
 
X
Supriyanto, 44 th Jl. Rawa Sari Banjarmasin
 
 
X
Marwan, 32 th belakang Denzipur Banjarbaru
 
 
X
Yamin, 50 th belakang Denzipur Banjarbaru
 
 
X
Sunarno, 35 th desa Sumber Sari Rt.3  Kab. Banjar
 
 
X
Inti saban,  24 th desa Sumber Sari Rt. 3 Kab. Banjar
 
 
X

 "Kita rencananya mau ke Sebamban untuk bekerja menggali pipa PDAM," Kata Suwarno, yang masih sehat saat dievakusi ke RS Boejasin.

PMII DEMO KADISDIK, BERLANJUT KE GEDUNG DEWAN


Aksi penyampaian aspirasi  belasan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Tala berlanjut ke Gedung DPRD Tanah laut, Rabu, (30/4) sekitar pukul 09.45 Wita, Kedatangan para mahasiswa ke DPRD Tanah laut  tidak menemui satupun anggota dewan. Para mahasiswa pun bergerak ke bundaran kejaksaan untuk menyampaikan aspirasi  "Kita menuntut perbaikan mutu kualitas pendidikan. Menuntut dihapuskannya UN, penolakan biaya pendidikan mahal, pengawasan secara ketat pemberian beasiswa," kata koordinator aksi demo, Hariyanor.
Mahasiswa Poltek Tanah laut ini juga mengatakan, pihaknya menuntut penolakan pungutan liar di sekolah. Mereka juga menuntut perhatian pemerintah kepada pelajar, mahasiswa di Tanah laut dan luar Tanah laut, Aksi penyampaian aspirasi dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tanah laut di Halaman Dinas pendidikan Tanahlaut, Rabu, (30/4) pukul 09.00 Wita, Mengenakan pakaian kebesaran PMII, belasan mahasiswa ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Tanahlaut, Lutfiaty Uyun.

"Ini merupakan kado pertama bagi saya yang baru menjabat sebagai kepala dinas," ujar Lutfiyati Uyun.