Minggu, 20 September 2026


Pelaihari – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital yang digelar di Meeting Room Algoritma Cafe & Resto, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Laut serta para peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dalam pemaparannya, AKBP Ricky Boy Siallagan membahas pentingnya memahami perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang saat ini semakin dekat dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Selain memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, Kapolres juga menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Menurut materi yang disampaikan, dunia digital bukanlah ruang tanpa aturan. Setiap unggahan, komentar maupun pesan dapat meninggalkan jejak digital dan memiliki dampak yang panjang.

Kapolres juga mengingatkan peserta untuk mewaspadai berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari hoaks, penipuan daring, perundungan siber, pencurian data pribadi, ujaran kebencian hingga konten deepfake berbasis AI. Perkembangan teknologi AI membuat konten palsu semakin meyakinkan sehingga masyarakat dituntut lebih kritis dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai batas kebebasan berekspresi di ruang digital. Kebebasan berpendapat merupakan hak, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan etika, tanggung jawab serta ketentuan hukum yang berlaku. Materi juga mengenalkan sejumlah perilaku digital yang memiliki risiko hukum, termasuk menyerang kehormatan atau nama baik, menyebarkan informasi bohong yang merugikan, hasutan kebencian berbasis identitas, ancaman melalui media elektronik, akses tanpa hak terhadap sistem elektronik serta penyalahgunaan data pribadi.

Memasuki era AI, Kapolres mengajak seluruh peserta untuk tidak mudah percaya hanya karena sebuah foto, video atau informasi terlihat nyata. Teknologi AI dan deepfake dapat menghasilkan konten yang sulit dibedakan dari kondisi sebenarnya. Karena itu, masyarakat perlu melakukan verifikasi terhadap sumber, tanggal dan konteks informasi sebelum membagikannya.

Sebagai langkah sederhana dalam menyaring informasi, peserta diperkenalkan dengan rumus SARING, yaitu memastikan sumber informasi jelas, memastikan kebenaran informasi, mempertimbangkan relevansi dan manfaat, mengingat dampaknya bagi orang lain, menilai kembali sebelum membagikan, serta menggunakan media sosial untuk kebaikan.

AKBP Ricky Boy Siallagan juga mengingatkan pentingnya menjaga data pribadi, seperti password, OTP, NIK/KTP, rekening, data biometrik dan data keluarga agar tidak mudah dibagikan kepada pihak lain.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan peserta tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi AI, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menggunakannya secara bijak, aman dan bertanggung jawab.

Pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut sederhana namun penting: “Think Before You Click, Saring Before Sharing.” Dengan demikian, kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif tanpa mengabaikan etika, keamanan dan tanggung jawab di ruang digital.

0 comments:

Posting Komentar

Statistik Pembaca

Letak Polres Tanah Laut