Rabu, 24 Februari 2016

Pelaihari 26/02/16  Humas Polres Tanah laut

KRONOLOGIS PENANGKAPAN PEREDARAN UANG PALSU DI WILAYAH HUKUM POLRES TANAH LAUT



Pada hari Senin 15 Februari 2016 sekitar pukul 22.00 Wita di rumah kost jalan Atilam Rt.07/03 Kelurahan Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah laut berhasil ditangkap tersangka bernama Suriansyah alias Ijuh bin Basri(alm) 65 tahun warga Desa Sebuhur Dusun Limas Rt.15 Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah laut dengan barang bukti uang palsu sebesar Rp.4.800.000 (sebanyak 48 lembar dengan pecahan Rp.100.000) beserta 2 buah tas warna hitam. 
 
Selanjutnya dilakukan pengembangan oleh Jajaran Polsek Pelaihari yang dipimpin Kapolsek Pelaihari AKP Bayu Putro W, SE, S.IK Selasa 16 Februari 2016 sekitar pukul 11.00 Wita di depan Losmen SABILA Landasan Ulin Banjarbaru telah ditangkap Tersangka bernama Masrudiani 66 tahun warga Desa Hujan Mas Rt.03/02 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan dengan barang bukti uang palsu Rp.23.500.000 (sebanyak 235 lembar dengan pecahan Rp.100.000), 1 buah tas warna biru, jumlah total uang palsu sebesar Rp.28.300.000,00 (ada 283 lembar dengan pecahan Rp.100.000).

Setelah dilakukan pengembangan ke Surabaya (Terminal Bungurasih) dilakukan penangkapan terhadap Paijan alias Bambang dari hasil keterangan saudara Paijan barang tersebut didapat dari saudara H Zaini Dahlan, kemudian dipancing di pintu keluar Termina Bungurasih saudara H.Zaini Dahlan diamankan dan dilakukan penggeledahan didapat barang bukti uang palsu sejumlah 130 juta terkepak 2 plastik hitam.

Kedua tersangka diamankan di Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa uang tersebut berasal dari saudara Putra warga Solo Jawa Tengah.

Pada hari Selasa 22 Februari 2016 dilakukan pengembangan dengan dibantu anggota Polrestabes ke wilayah hukum Solo Kertasura Jawa tengah. Kemudian dengan alasan istri ingin bertemu target maka disepakati bertemu pada hari selasa 23 Februari 2016 sekitar pukul 11.27 WIB di halaman parkir Carefour Banjarsari Surakarta Jawa tengah, kemudian diamankan target bernama Putra. Setelah dilaksanakan introgasi awal bahwa saudara Putra sebagai produsen dengan mencetak sendiri uang palsu tersebut di rumah kontrakan.

Hasil dari penggeledahan rumah kontrakan saudara Putra ditemukan home industri sebuah rumah kontrakan di perumahan Fajar Indah jalan Melati No.19. dengan barang bukti berupa perlengkapan alat cetak.
- seperangkat komputer + monitor.
- 3 printer samsung 660,770,775
- set alat sablon + tinta
- 3 rim hvs sudah di proses upal.
- 1 alat potong + jemuran serta cepitan jemuran uang.
- 300 lembar terdiri 4 cetakan upal yg sudah dicetak
- bahan terdiri: tinta, minyak, rowkel, kertas hvs kaca meja sablon, karter, penggaris, tong sampah, tiner printer.
Diamankan 3 tersangka di Surakarta :
- Putra; pemilik + pembuat uang palsu yang sudah 3 tahun berproduksi dan sudah dibuat sekaligus diedarkan sebesar 4 Milyar.
- Dio Alviandri; 25 tahun sebagai pembantu menyablon dan proses akhir uang palsu dengan gaji sebesar 4 juta
- Dwi Warsono; 25 tahun sebagai pembantu menyablon dan proses akhir uang palsu dengan gaji sebesar  4 juta.

Menurut keterangan dari para tersangka pembuat uang palsu sudah beredar antara 3 s/d 4 milyar yang tersebar di Banjarmasin, Mataram dan Lombok.



Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Ade Papa Rihi S.IK,MH  menyampaikan, dalam pengungkapan kasus pengedar uang palsu di wilayah hukum Polres Tanah laut  mengamankan tujuh orang terduga pelaku, terungkapnya kasus tersebut berawal  dari laporan masyarakat Desa Sebuhur yang mendapati uang palsu, dari pengembangan yang dilakukan, didapati satu nama terduga produsen uang palsu tersebut yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.


Pelaihari 25/02/16  Humas Polres Tanah laut




Satu unit dumptuk jenis PS 100 warna kuning bernomor polisi DA 1336 AK berusaha dievakuasi dari halaman rumah warga, itu akibat terbalik di Jalan A Yani Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalsel, Rabu (24/2/2016)  dumtruk itu meluncur dari arah Pelaihari menuju Banjarmasin tanpa muatan material,  diduga sopir itu mengantuk sehingga menabrak sebuah warung hingga masuk halaman rumah warga dan berhenti setelah menabrak tumpukan batu dan terbalik,  tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena pada saat kejadian pemilik rumah saudari Dijah tidak berada di tempat ( kondisi rumah kosong ) hanya kerugian materil berupa warung rusak berat.
Kanit Lakalantas Polres Tanah laut Aiptu Yohanes Haryanto langsung mendatangi tempat kejadian setelah mendapat informasi

Pelaihari 25/02/16  Humas Polres Tanah laut

Polres Tanah laut telah melaksanakan Operasi Cipta kondisi terkait Operasi Sikat Intan 2016 dengan sasaran Warung remang-remang dan tempat permainan Bilyard Rabu 24/02/16 pukul 23.00 Wita.

Selain itu juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik warung beserta pengunjung warung dan memberikan himbauan agar tidak menjual minuman keras, obat-obatan terlarang dan lainnya yang dapat memicu terjadinya tindakan kriminal,  saat melaksanakan kegiatan anggota Polres Tanah laut telah mengamankan dua unit sepeda motor yang ditemukan tidak dilengkapi dengan surat-surat
 
Usai melaksanakn razia dilanjutkan Patroli keliling  di sekitar kota Pelaihari pada ATM-ATM, Hotel, Penginapan, Gereja  dan pemukiman warga.



Statistik Pembaca