Kamis, 07 Februari 2019

Pelaihari 08/02/2019  Humas Polres Tanah laut


Kapolres Tanah Laut  AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK, MH, mengembalikan barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku kejahatan kepada pemiliknya. Penyerahan tidak dipungut biaya alias gratis,  Penyerahan barbuk itu berlangsung saat gelar perkara di Mapolres Tanah Laut, Rbu (6/2). Barang bukti yang diserahkan berupa 7 unit laptop dan dua unit sepeda motor matic.

Tujuh unit laptop milik SDN Angsau 4 yang dicuri pada 28 Januari lalu, diterima langsung Kepala Sekolah SDN Angsau 4, Rochman. Sedang dua motor matik, masing-masing diterima Rofi dan Ahmad Hujaya, keduanya warga Pelaihari, Rochman  Kepala Sekolah SDN Angsau 4, mengatakan sangat senang petugas sudah dapat mengamankan pelaku dan laptop yang berada di laboratorium Bahasa, “Dengan kembalinya laptop, proses belajar di sekolah kami tidak ada masalah lagi,” jelas Rochman, seraya menambahkan,  sekolahnya tidak memiliki penjaga yang bertugas full, hanya pengawas yang memantau, “Kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian yang cepat mengungkap kasus ini,” tambah Rochman.

Hal yang sama juga disampaikan M Rofi dan Ahmad Hujaya. Rofi karyawan salah satu perkebunan sawit di Tala, mengaku sekitar satu minggu kehilangan alat transportasinya,  akibatnya, ia terpaksa bermalam di mess perusahaan. Sebelumnya ia selalu pulang ke Pelaihari.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK, MH, penyerahan barang bukti ini dilakukan dengan pertimbangan barang-barang tersebut sangat diperlukan pemiliknya, “Kami pastikan penyerahan ini gratis. Hanya kami meminta pemilik untuk merawat barbuk yang diserahkan sampai proses selesai di pengadilan,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengimbau kepada warga untuk hati-hati meminjamkan barang kepada orang lain, apalagi yang baru dikenal.
Pelaihari 08/02/2019  Humas Polres Tanah laut



Dalam rangka pengamanan pendistribusian Bantuan Sosial Beras Sejahtra (Bansos Rastra) program Pemerintah tahun 2019, Polres Tanah Laut akan melakukan pengamanan dan pendampingan dalam penyaluran bantuan sosial. Masing masing Kecamatanakan ada empat orang melakukan pendampingan yang nantinya akan turun langsung ke desa desa.  Upaya ini dilakukan supaya petugas dapat memantau dan mengawasi penyalurannya tepat sasaran.
 Hal ini dikemukakan Kapolres Tanah Laut pada Rapat Koordinasi Pengamanan dan Pendistribusian Bantuan Sosial di Kabupaten Tanah Laut, digelar di Gedung Satya Brata Polres Tanah Laut, Rabu (06/02/2019). Rakor yang dilaksanakan Polres Tanah Laut ini dihadiri Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK, MH, Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Dinas Sosial Wiyanto, Satgas pengamanan distribusi Bansos dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tanah Laut. Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan menjelaskan rakor yang dilaksanakan ini, untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pusat melalui pemerintah daerah melalui Dinas Sosial agar agar tepat sasaran. "Dari data Dinas Sosial ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang seharusnya tidak berhak menerima bansos beras sejahtera (rastra) lagi. Namun atas penilian dari para Pendamping Keluarga Harapan (PKH) mereka merasa kesulitan ketika di lapangan, yaitu mana kala pejabat setempat desa dan lainnya tidak mendukung evaluasi dari tim PKH," jelasnya. Menurut Kapolres, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut, angka kemiskinan di Kabupaten Tanah Laut sudah menurun, seharusnya harus perbandingannya sama dengan data penerima bansos rastra. "Di Rakor ini kita bahas dan ambil langkah langkah dan kita perbaiki, yang mana Polri mendukung program dari Kementerian Sosial RI,  katanya   Dijelaskan oleh Kapolres, Satgas bansos Polri melibatkan unsur dari preemtif dan preventif dengan represif. Namun melibatkan unsur lain seperti dari Dinas Sosial, Kecamatan dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) "Intinya Polri membantu tugas pemerintah daerah dan program pemerintah pusat. "Masing masing Kecamatan, ada empat orang melakukan pendampingan yang nantinya akan turun langsung kedesa desa, termasuk Babinkhamtibmas supaya memberi masukan kepada ke kepala Desa dan membantu tim PKH supaya percaya diri dalam menjalankan tugasnya," ucap Kapolres. Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Tanah Laut, Yuni Indro Purnomo memberikan apresiasi atas inisiasi Polres Tanah Laut yang pro aktif memberikan support terutama terkait distribusi bantuan sosial kepada masyarakat. "Selama ini memang sudah terjalin sinergisitas dengan Polres Tanah Laut untuk penyaluran dan distribusi bantuan sosial.

Peran pengamanan dan Pendampingan yang dilakukan aparat dari Polres Tanah Laut, tentu sangat membantu menciptakan situasi dan kondisi sehingga kerja-kerja tim pendamping bantuan sosial bisa maksimal," tuturnya. Dengan diadakannya Rapat koordinasi ini, tutur Yuni, akan memberikan support bagi pendamping lebih awal sehingga cukup memberikan energi untuk memaksimalkan kerja-kerja penyaluran bantuan sosial. "Tim pendamping langsung berhadapan dan berada di tengah-tengah masyarakat dalam proses penyaluran bantuan sosial. Dengan support dari Polres Tanah Laut, tentu kerja-kerja teman-teman pendamping menjadi lebih kondusif sehingga penyaluran dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu juga sebagai upaya preventif maupun preemtif jika terdapat problematika dalam penyaluran ini. Sehingga program bantuan sosial itu benar-benar memberikan efek signifikan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,
Pelaihari 08/02/2019  Humas Polres Tanah laut



Para pelaku pencurian Laptop di SDN  Angsau 4 berhasil di ringkus jajaran Sat Reskrim Polres Tanah laut, empat tersangka pelaku pencurian Laptop tersebut bernama Sapransyah 29 tahun warga jalan Swasembada Rt.10 desa Jorong Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah laut, Supi Yadi 29 tahun warga jalan Tanjung Perak Rt.07 desa Jorong Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah laut, Sahruji 21 tahun warga jalan Cempaka Putih Rt.03 desa Batalang Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah laut sedangkan Wahyudinor 32 tahun warga desa Sungai Tiung Rt.29 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru selaku pembeli hasil kejahatan.

Kapolres Tanah laut AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK, MH saat Konferensi Pers Rabu (06/02/2019) di Polres Tanah laut menerangkan “dari hasil pemeriksaan para pelaku sebelum melakukan aksinya sempat menenggak minuman beralkohol jenis Gaduk (Oplosan) yang di beli dari sebuah warung di Pelaihari, Pada malam itu cuaca hujan deras kemudian ke tiga pelaku tersebut berteduh disebuah Halte didepan SDN Angsau 4, yang akhirnya muncul niat untuk melakukan aksi pencurian di SDN Angsau 4, saat didepan ruangan Laboraturium berhenti dan melihat pintu ruangan di gembok, tidak habis akal gembok tersebut dibongkarnya menggunakan alat besi yang akhirnya pelaku berhasil membobol gembok pintu dengan cara dibengkokan, setelah gembok itu jebol pelaku langsung masuk ke ruangan Laboraturium dan berhasil membawa 7 buah Laptop  milik sekolah SDN Angsau 4,  aksi pencurian yang terjadi pada hari Minggu 27 Januari 2019 sekitar pukul 19.00 Wita, empat pelaku di antaranya tiga orang sebagai pemetik dan satu orang sebagai penadah, mereka diamankan di tempat yang berbeda, pelaku sebagai penadah itu diamankan di Banjarbaru dan tiga orang pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Jorong,  Salah satu pelaku sebagai otak pencurinya Kata Kapolres, berinisiatif mengambil barang barang di Sekolah SDN Angsau 4, dengan sasarannya menuju laboratorium SDN Angsau 4 didapat disana peralatan perlatan laptop yang pelaku ambil. "Tujuh buah laptop berhasil dibawa pelaku sebagian sudah ada yang dijual dan sebagian laptop masih ada dirumah pelaku. Ke empat pelaku pencuruan laptop, berhasil diamankan oleh Reskrim Polres Tanah Laut. Dua buah Laptop sempat terjual, dengan harga satu buah laptop dihargakan dibawah harga sekitar 1.300.000. Sedangkan harga baru dari laptop ini hampir 3 jutaan lebih. Ketiga pelaku kita kenakan pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara dan pelaku satu pelaku dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,

Statistik Pembaca