Rabu, 12 Agustus 2026

Tanah Laut – Polsek Kintap Polres Tanah Laut melakukan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Poktan Sidodadi, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut merupakan milik Sdr. Surateman dengan luas sekitar 0,5 hektare. Kamis (13/8).

Hasil pemantauan menunjukkan produksi jagung pada lahan tersebut belum sesuai harapan. Tanaman mengalami gagal panen dan hanya menghasilkan sekitar lima karung jagung, dengan estimasi sekitar 150 kilogram jagung pipil.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama antara personel Polsek Kintap dan petani. Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi tanaman serta mengidentifikasi berbagai faktor yang kemungkinan memengaruhi hasil produksi.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory mengatakan, pihaknya tetap memberikan pendampingan kepada petani meskipun hasil panen kali ini belum maksimal.

"Kami tetap melakukan monitoring dan pendampingan kepada petani, termasuk ketika hasil panen belum sesuai harapan. Kondisi ini menjadi evaluasi agar pada musim tanam berikutnya dapat dilakukan perbaikan, baik dari sisi pengelolaan lahan maupun perawatan tanaman," ujar AKP Ahmad Baysory.

Menurutnya, kegagalan panen menjadi bagian dari proses yang perlu dipelajari bersama. Polri akan terus mendorong petani agar tidak patah semangat dan tetap mengembangkan sektor pertanian sesuai kondisi lahan.

Polsek Kintap berkomitmen melanjutkan pendampingan terhadap kelompok tani binaan sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas pertanian dan program ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut – Aktivitas pertanian menjadi salah satu ruang bagi Polsek Takisung Polres Tanah Laut untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Personel Polsek Takisung, Brigadir Aris, turun langsung melakukan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Subari, anggota Poktan Sinar Muda, di Desa Gunung Makmur RT 15, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Kamis (13/8).

Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare. Selain melihat kondisi tanaman, kegiatan tersebut dimanfaatkan personel untuk berkomunikasi langsung dengan petani mengenai perkembangan budidaya serta situasi yang dihadapi selama mengelola lahan.

Bagi Polsek Takisung, monitoring bukan sekadar pengecekan tanaman. Kehadiran personel di tengah aktivitas petani juga menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kapolsek Takisung AKP Duki mengatakan, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah.

"Kami ingin personel tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga hadir dalam aktivitas sehari-hari. Melalui komunikasi yang baik dengan petani, berbagai informasi maupun kendala di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusinya," ujar AKP Duki.

Ia menambahkan, Polsek Takisung akan terus mendorong keterlibatan personel dalam pendampingan sektor pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Dengan monitoring yang dilakukan secara rutin, Polsek Takisung berharap hubungan antara Polri dan petani semakin kuat, suasana keamanan tetap terjaga, serta kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

TANAH LAUT – Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan hadir dalam podcast yang digelar di Radio Tuntung Pandang Pelaihari, Kamis (13/8/2026). Podcast tersebut menghadirkan unsur TNI, Polri dan Kejaksaan untuk membahas penguatan sinergitas serta sejumlah isu strategis di Kabupaten Tanah Laut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf. Adhy Irawan, S.I.P., M.H.I., serta Kasi Intel Kejari Tanah Laut Andi Mochamad Fachry F., S.H., M.H.

Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka tersebut, para narasumber membahas pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pembangunan di Kabupaten Tanah Laut.

Salah satu topik yang turut dibahas adalah Jembatan Merah Putih. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat pembangunan dan kepentingan masyarakat dari sisi sinergitas lintas sektor.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan, sinergitas antarlembaga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Menurutnya, koordinasi yang baik antara TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah akan semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergitas ini harus terus kita jaga dan perkuat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di masyarakat dapat kita hadapi bersama,” kata Ricky.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan masyarakat bahwa Polri menyediakan Call Center 110 sebagai saluran pengaduan dan pelayanan kepolisian.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan barcode Propam Presisi yang dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan pengaduan terkait pelayanan maupun perilaku anggota Polri.

Kegiatan podcast di Radio Tuntung Pandang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi yang lebih dekat antara aparat, pemerintah dan masyarakat. Dialog lintas instansi juga dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Melalui sinergitas yang terus terpelihara, TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah berkomitmen bersama dalam menjaga Kabupaten Tanah Laut tetap aman, kondusif dan mendukung pembangunan daerah.

Statistik Pembaca