Rabu, 12 Februari 2025

Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri melaksanakan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada satuan kerja dan satuan wilayah jajaran Polda Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Polres Tanah Laut dan diikuti oleh Polres Batola, Polres Banjarbaru, Polres Banjar, Polres Tanah Bumbu, Polres Kota Baru, serta Polres Tanah Laut sendiri, pada Kamis (13/2).

Audit ini dilaksanakan di Joglo Wicaksana Leghawa Polres Tanah Laut dengan tujuan untuk memastikan pengelolaan dan penggunaan PNBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan di lingkungan kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, tim audit dari Itwasum Polri melakukan pemeriksaan secara mendetail terhadap laporan keuangan, prosedur penerimaan, serta pengelolaan dana PNBP di masing-masing polres yang terlibat. Selain itu, tim juga memberikan arahan dan rekomendasi guna meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam pengelolaan PNBP.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit ini, yang diharapkan dapat memberikan evaluasi serta perbaikan dalam sistem pengelolaan keuangan di lingkup kepolisian. 

“Kami siap menerima masukan dan arahan demi meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan PNBP, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan melalui audit ini, seluruh satuan kerja dan satuan wilayah yang terlibat dapat terus menjaga transparansi serta kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan, demi terciptanya tata kelola keuangan yang lebih baik di lingkungan Polri.


Tanah Laut – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut kembali melaksanakan program Polisi Sahabat Anak yang bertempat di TK Pembina Panyipatan, Rabu (12/2). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai keselamatan berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Sat Lantas memberikan pemahaman tentang berbagai macam rambu-rambu lalu lintas. Anak-anak dikenalkan dengan simbol dan arti dari rambu-rambu yang sering dijumpai di jalan raya, sehingga mereka dapat lebih memahami pentingnya aturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, edukasi tentang cara aman ke sekolah juga menjadi bagian dari sosialisasi. Petugas mengajarkan bagaimana anak-anak dapat berjalan kaki dengan aman, menyeberang di tempat yang benar, serta pentingnya menggunakan helm saat dibonceng dengan sepeda motor. Tak hanya itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai peraturan di jalan raya agar lebih tertib dan disiplin sejak dini.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut Iptu Elfike Reputri S. TrK, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. 

“Kami berharap anak-anak ini dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Program Polisi Sahabat Anak diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak usia dini, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan dan ketertiban di jalan raya.

Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berkomitmen memberikan reward and punishment kepada seluruh jajarannya. Upaya bebenah yang dilakukan Polri pun tidak akan ragu untuk dilakukan.

Irjen. Pol. Sandi menerangkan, kritik membangun selalu diterima dengan baik demi terus memajukan Polri. Bahkan, hal itu telah disampaikan Kapolri sejak pembekalan awal anggota kepolisian.

“Bapak Kapolri sudah menyampaikan kepada kita semua bahwa setiap keberhasilan anggota Polri akan mendapatkan reward dan setiap anggota Polri yang melaksanakan pelanggaran akan mendapatkan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” jelas Irjen. Pol. Sandi di Rupatama Mabes Polri, Rabu (12/2/25). 

Menurut Kadiv Humas, dalam setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri, Kapolri berikan sanksi tegas sebagai bentuk bersih-bersih. Bahkan, tidak ada sedikitpun upaya untuk menyembunyikan oknum yang mencederai marwah institusi, sebagai bukti transparansi Polri.

“Seandainya ditutup-tutupi juga masih memungkinkan, tapi bapak Kapolri memilih opsi untuk menindak tegas, untuk memperbaiki bagi yang belum baik,” ujar Kadiv Humas.

Diingatkan Kadiv Humas, polisi merupakan salah satu tugas yang mulia. Terdapat 460.000 anggota yang bekerja keras secara transparan, profesional, dan juga mengharumkan nama institusi serta negara di kancah dunia.

“Profesi apapun adalah mulia termasuk profesi Kepolisian. Jadi tidak boleh dinodai oleh oknum-oknum anggota yang mau menodai institusi Kepolisian. Maka tugas kami untuk bisa memuliakan profesi kepolisian dengan menindak tegas semua oknum terkait sesuai aturan berlaku,” ungkap Kadiv Humas.

Statistik Pembaca