Rabu, 14 Agustus 2019

Pelaihari 15 Agustus 2019 Humas Polres Tala



Terjadinya kecelakaan lalulintas di jalan raya Kabupaten Tanah Laut,menyisakan bagi korban hingga merengut nyawa sipengendara itu sendiri. Penyebab kecelakaan itu bisa dari faktor kelalaian si Pengendara sendiri atau lantaran faktor lain seperti kurangnya rambu rambu lalulintas dan kurangnya median jalan di jalan tersebut.


 Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP Lalu Ryan Aditya S.IK, mengatakan saat ditemui diruang kerjanya di Mapolres Tanah Laut.Rabu (14/08/2019),Jajaran Satalantas Polres Tanah Laut terus giat melakukan upaya upaya preemtif guna menekan angka kecelakaan di Jalan Raya di Kabupaten Tanah Laut. "dari segi preemtif tidak berhenti saya menghimbau baik melalui  media sosial (medsos) spanduk, hingga tiap hari anggota dari pagi patroli siang dan malam, terutama di daerah yang rawan kecelakaan tinggi," katanya.
Selain itu kata AKP Lalu Ryan Aditya,razia kendaraan dilakukannya disetiap tempat baik dikota maupun diwilayah perbatasan. Menurutnya, awal mulanya kecelakaan lalulintas itu berawal dari pengguna jalan raya itu sendiri, yang kadang lalai dengan kondisi medan serta minimnya penerangan jalan. "Hal itu, sudah kita sampaikan ketika rapat bersama instansi terkait Pemkab Tanah Laut, minimnya marka jalan (Garis putus-putus), rambu-rambu lalu lintas yang juga kurang, termasuk kondisi jalan yang rusak juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan," jelas dia Terlepas dari persoalan kecelakaan laulintas di Tanah Laut, Kasat lantas  membeberkan, terkait pembangunan jembatan sungai Bamban yang berada di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari,pasalnya kerap terjadi kemacetan saat jam kerja baik pagi, siang dan sore hari. Jembatan yang melintas di sungai bamban tersebut kerap menjadi keluhan pengguna jalan. "Jembatan sungai bamban yang di kerjakan di jalan nasional tersebut itu bukan kewenangan bagi Pemkab Tanah Laut dan kita hanya sebatas berikan saran untuk membuatkan jalan alternatif," ucapnya. Namun demikian, supaya menjaga keadaan jalan tertib dan tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu lama maka jajaran Satlantas Polres Tanah Laut, menugaskan kepada anggota setiap harinya ada 2 orang yang bertugas jaga disana.  Sementara pengerjaan jembatan tersebut yang diketahuinya di prediksi sampai bulan Desember 2019 sudah rampung dikerjakan.
Pelaihari 15 Agustus 2019 Humas Polres Tanah laut


Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK,MH  berjibaku memadamkan api yang membakar di lahan kosong persis dipinggir jalan A.Yani Desa Sungai Jelai sekitar pukul 13.15 Wita.
Peralatan yang digunakan pun alat seadanya berupa alat Pemadaman dengan peralatan manual berupa Solo (alat semprot punggung) dibantu Jajaran Polsek Tambang Ulang, Kasat Sabhara, Kasubbag Humas Polres dan Kapolsek Tambang Ulang,melaksanakan giat pemadaman kebakaran lahan tersebut, Selasa (13/08/2019) Upaya pemadaman terus dilakukan meski api saat itu sudah membesar hingga merembet kelahan milik Pemda Tanah Laut.
Tidak begitu lama tiba dilokasi tim dari Damkar dan Satpol PP, BPBD dan Manggala Agni yang membantu pemadaman api dengan menggunakan perlatan mobil damkar dan Jet Sutter. Hingga pemadamkan api membuahkan hasil, sekitar pukul 15.30 Wita api dapat di padamkan. Sementara luasan lahan yang terbakar lahan merupakan milik Pemkab Tanah Laut, yang di sewa dan bekas di tanami tanaman jagung dengan total luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektar. Asal api sendiri belum di ketahui secara pasti, namun kuat dugaan api berasal dari puntung rokok yang di buang oleh pengguna jalan akibatnya terjadi kebakaran berada di tepi jalan raya. Selanjutnya pihak Polres Tala mengambil langkah-langkah berkordinasi dengan Posko BPBD Gunung Raja, berkoordinasi dengan General Manager (GM) PTPN XIII Pelaihari Irwan untuk minta bantuan tim damkar guna mengantisipasi merembetnya api ke perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIII Pelaihari.
Kemudian melakukan pengaturan lalu lintas di Jalan A. Yani Rt 05 Desa Sungai Jelai (sekitar lokasi kebakaran lahan), mengambil titik koordinat, mendokumentasikan kegiatan, mencari informasi pemilik/penyewa lahan serta melakukan interview terhadap penyewa lahan untuk mendapatkan kejelasan asal api.
 Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan, hal ini sebagai perwujudan sinergitas antar sesama tim penanggulangan Karhutla dalam mencegah dan menindak lanjuti terjadinya karhutla. Terbangunnya koordinasi yang baik antara sesama tim penanggulangan Karhutla, serta terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap tim karhutla khususnya Polres Tanah Laut dan Polsek Tambang Ulang dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat. “Kebakaran lahan dapat di kendalikan dan tidak ada masyarakat yang mengalami kerugian jiwa maupun materil akibat kebakaran lahan tersebut, sehingga stabilitas kamtibmas di wilayah Polsek Tambang Ulang tetap kondusif,”

Statistik Pembaca