Minggu, 23 Februari 2025


Tanah Laut - Polres Tanah Laut turut serta dalam Kegiatan Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis. Acara ini berlangsung di Pekarangan Sat Intelkam Polres Tanah Laut, secara virtua, Senin (24/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Vega Junaeddy, para pejabat utama Polres Tanah Laut, para pengurus cabang Bhayangkari Tanah Laut, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanah Laut.

Program Pekarangan Pangan Lestari ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan sehat dan bergizi melalui pemanfaatan pekarangan secara optimal. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan program ini dapat menjadi solusi dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny menyampaikan bahwa program ini selaras dengan upaya Polres Tanah Laut dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal ketahanan pangan. 

"Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi yang seimbang dan berkualitas," ujarnya.

Selain itu Bhayangkari turut berperan aktif dalam menyukseskan program ini dengan berbagai kegiatan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan adanya sinergi antara Polres Tanah Laut, Bhayangkari, serta dinas terkait, program Pekarangan Pangan Lestari ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.




Jakarta. Kasat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, AKP Sutargo, membuat pojok edukasi bahaya narkoba di ruang pelayanan masyarakat mapolres Hulu Sungai Utara Polda Kalsel. Dia ingin anak-anak mengetahui bahaya narkoba dan menghindari barang haram itu.

AKP Sutargo menjadi salah satu kandidat Hoegeng Awards 2025 yang diusulkan oleh pembaca detikcom melalui formulir digital. Ia diusulkan oleh warga Bekasi, Adhe Phuyoko. 

Adhe menilai AKP Sutargo tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Konsentrasi ke narkoba ya, kalau saya lihat dedikasi, bukan hanya tugas penindakan tapi Mas Targo kayak, 'apa sih yang bisa saya perbuat'," ujar Adhe, Senin (24/2/2025).

Adhe menceritakan awal perkenalannya dengan AKP Sutargo. Adhe bekerja di penerbit buku pelajaran. Suatu ketika, AKP Sutargo memesan buku edukasi terkait bahaya narkoba kepada penerbit tempat Adhe bekerja.

"Beliau itu memang mau menyebarkan edukasi sejak dini untuk memutus mata rantai narkoba di HSU. Kemudian beliau beli berapa ya, saya lupa berapa buku, yang dicetak di saya ada seribuan lebih, itu disebar ke sekolah-sekolah dan memang marketingnya saya," cerita Adhe.

Adhe menyebut AKP Sutargo kemudian membuat pojok edukasi bahaya narkoba di Polres HSU. Di pojok edukasi itu dijelaskan terkait narkoba dan pencegahannya.

"Dan puncaknya itu beliau membuat edukasi museum mini narkoba buat anak-anak, saya pikir bagus juga. Saya kebetulan ada saat launching di situ, jadi saya hadir waktu itu. Tentang pemahaman narkoba dari A sampai Z, jenis-jenisnya, bahayanya," tutur dia.

Pojok edukasi narkoba ini diresmikan pada September 2024 lalu. AKP Sutargo membuat pojok edukasi ini sebagai salah satu upaya agar anak-anak menjauhi narkoba.

"Saya bersama Bapak Kapolres, kebetulan Bapak Kapolres itu background-nya kan dari narkoba, terus kemudian di wilkum HSU khususnya itu kalau dilihat dari pencapaian kasus atau perkara itu lebih menonjol ke narkoba," kata AKP Sutargo. 

AKP Sutargo membuat pojok edukasi untuk membentengi anak dari bahaya narkoba di Polres Hulu Sungai Utara (Foto: dok. Istimewa)

AKP Sutargo menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres HSU pada 23 November 2023. Usai menjabat itu, dia melihat kasus narkoba menjadi salah satu perhatian.

Kemudian dia melihat belum ada fasilitas umum di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dibuatkan khusus sebagai sarana edukasi narkoba kepada masyarakat. Dia kemudian berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupten HSU hingga Pemerintah Daerah untuk membuat pojok edukasi.

"Kami koordinasi sama Bapak Kapolres apakah diperkenankan, kan kita ada fasilitas umum di ruang pelayanan masyarakat, kan masyarakat kadang ada membawa anaknya, mereka memohon untuk bikin SIM, atau membuat SKCK atau dia melapor, itu satu atap, jadi satu tempat ada ruangan tersendiri jadi situ lengkap pelayanan semuanya, jadi ada loket-loketnya," jelas AKP Sutargo.

Ia kemudian diizinkan oleh Kapolres untuk menggunakan ruangan kosong sebagai pojok edukasi narkoba. AKP Sutargo juga berkomunikasi dengan BNN untuk membuat replika jenis-jenis narkoba untuk ditampilkan di pojok edukasi itu. Butuh waktu sekitar 6 bulan hingga pojok edukasi ini berdiri.

"Kalau di berita itu sulit mendapatkan (pengetahuan jenis-jenis narkoba), ini kita berusaha memberikan pemahaman itu, kebetulan dibolehkan, kemudian kita buatlah museum tadi, isinya tentang bentuk-bentuk, jenis-jenis narkoba dalam bentuk replika, jadi bukan asli. Replika sendiri kita juga memohon BNN, jadi ada logo resmi dikeluarkan oleh mereka, kita minta izin ternyata dapat," terang AKP Sutargo.

"Kemudian ada juga yang kita buat mobile, misalnya nanti sekolah nanti perlu penyuluhan atau apa, jadi siapa yang berangkat ke sana, nggak mesti dari kami, mungkin dari Binmas atau dari Polsek itu kita pinjamin itu, tapi isinya sama dengan yang kita pasang di museum tadi. Bentuknya box, ringan paling 3 kg jadi pakai sepeda motor pun bisa," tambah AKP Sutargo.

Upaya Selamatkan Anak Muda dari Bahaya Narkoba

AKP Sutargo mengatakan pojok edukasi yang dibuat ini belum berdampak signifikan. Namun, kata dia, upaya harus terus dilakukan agar anak yang masih bersih tidap terpapar narkoba.

"Sebarnya sifatnya sih kalau hasil nomor sekian sih, tujuan utama berperan menyelamatkan yang masih selamat, kalau si pengguna nanti di bidang kami di Gakkum dan BNNK, yang kita ingin selamatkan yang belum tahu sama sekali, dia cukup tahu wawasan dan dia lebih kuat menghindari," ujar AKP Sutargo.

Selain itu, Polres HSU juga mengajak siswa untuk menjadi duta anti-narkoba. Dia menyebut ada sekitar 50 siswa yang dijadikan duta sehingga bisa menyebarkan pengetahuan kepada teman-temannya di sekolah.

"Kalau di Binmas Porlres ada sekitar 50-an itu tergabung dari berbagai macam sekolah menengah tingkat atas, ada MAN, SMK, SMA, itu mereka digabung dalam Saka Bhayangkara, kita libatin, jadi mereka ini kita jadikan duta anti-narkoba. Mereka membantu kita, karena kalau kami keliling untuk melaksanakan kegiatan, di samping nggak ada anggaran, kami juga nggak akan cukup, karena kami penegakan hukum, kita sekaligus membantu Satbinmas untuk penyuluhan itu," tutur AKP Sutargo.



Tanah Laut – Bripka Dedi Hermawan, Bhabinkamtibmas Desa Alur dari Polsek Jorong Polres Tanah Laut Polda Kalsel, mendapat kehormatan sebagai pembina upacara di SDN 2 Alur pada Senin pagi (24/02).

Dalam amanatnya, Bripka Dedi menyampaikan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, serta ketertiban dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa dengan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang dan damai.

"Terciptanya rasa aman, nyaman, dan tertib akan mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polres Tanah Laut," ujar Bripka Dedi di hadapan para siswa dan dewan guru.

Selain memberikan pesan tentang keamanan dan ketertiban, Bripka Dedi juga mengajak para siswa untuk selalu disiplin, patuh terhadap aturan sekolah, serta menghormati guru dan orang tua. Ia berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah, yang menganggap kehadiran kepolisian dalam lingkungan pendidikan sebagai bentuk dukungan dalam pembinaan karakter anak sejak dini. Perwakilan guru SDN 2 Alur mengucapkan terima kasih kepada Bripka Dedi atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan dan keamanan lingkungan sekolah.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan, semakin erat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi penerus bangsa.

Statistik Pembaca