Selasa, 14 Januari 2020

Pelaihari 15 Januari 2020  Humas Polres Tanah laut




Si Tangkai Panjang, sebutan nama buah durian milik Toniansyah warga Bentok Darat, Bati-bati, berhasil menyabet predikat juara I, sebagai durian terbaik se Kabupaten Tanah Laut.
Predikat itu tak lepas dari penilaian meliputi rasa dan aroma yang dimiliki durian Si Tangkai Panjang mampu mengungguli 64 durian lain yang berasal dari 9 kecamatan yang mengikuti kontes durian unggul lokal kabupaten Tanah Laut di halaman kantor Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan   ( Distanhorbun ) Tanah Laut, Senin (13/1).


Bupati Tanah Laut, Sukamta, yang membuka langsung kontes tersebut mengatakan, selain sebagai sarana mencari bibit unggul durian lokal, juga menjadi event wisata menarik bagi wisatawan pencinta durian untuk berkunjung ke Tanah Laut.
Lanjutnya, cita rasa yang dimiliki oleh durian Tanah Laut mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh durian dari daerah lain, sehingga semakin banyak yang ingin membudidayakannya.
“Karena itu saya menghimbau kepada masyarakat, agar kekayaan hayati kita ini menjadi salah satu unsur pendapatan daerah,” jelas Sukamta.
Ditambahkannya, pohon dari buah durian yang menjadi juara nantinya akan dijadikan pohon induk yang menghasilkan benih untuk disebar luaskan ke petani sehingga bisa menjadi komoditas hayati.
Pelaihari 15 Januari 2020  Humas Polres Tanah laut




Hidrometeorologi akibat faktor cuaca, mengancam wilayah Kabupaten Tanah Laut, baik berupa bencana banjir, longsor dan puting beliung.
Karena kondisi demikian, Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman, meminta kesiapan seluruh SKPD terkait agar mengantisipasinya.

“Lebih baik kita antisipasi agar tidak ada korban dalam kejadian bencana alam di Kabupaten Tala,” tegas Abdi.
Wanti-wanti itu dikemukakan wabup dalam rapat koordinasi penetapan status siaga darurat bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor dengan BPBD setempat, Kamis (9/1).
Rapat koordinasi penetapan status siaga darurat bencana ini, juga dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, H Wahyuddin, Forkopimda, Kepala SKPD, seluruh Camat serta Relawan Siaga Bencana se Tala.
“Karena ancaman demikian, dari 13 Januari hingga 31 Juni 2020  kita telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Tala,” tandas Abdi di rakor yang berlangsung di ruangan Barakat lantai 2 Setda Tala itu.
Status tersebut, lanjut wabup, berlaku di 11 wilayah kecamatan dan desa di Tala. Beberapa di antaranya, Kecamatan Kintap, Jorong, Bati Bati dan Bumi Makmur.
Meski demikian, menurut Abdi Rahman, tidak menutup kemungkinan jika bencana masih berlanjut, status siaga bencana akan di perpanjang.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin mengatakan, penetapan status sejalan dengan rapat koordinasi antarlembaga yang diselenggarakan BNPB sebelumnya, terkait penanganan bencana hidrometeorologi.
“Pada kesempatan tersebut ditekankan, bencana urusan bersama,” imbuhnya.
Pelaihari 15 Januari 2020 Humas Polres Tanah laut



Guna melestarikan ekosistem dilingkungan pesisir pantai Takisung dan menciptakan destinasi wisata baru Polres Tanah laut bersama Forkopimda tanam 3000 batang pohon Mangrove atau Bakau, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ketekunan dalam pelestarian hutan mangrove  pada Jumat (10/1).

Kapolres Tanah Laut, AKBP Cuncun Kurniadi S.IK, MH  didampingi Wakil Bupati Tanah Laut, Abdi Rahman, beserta seluruh jajaran Forkopimda Tanah Laut mengikuti penanaman 3000 batang pohon mangrove di pesisir pantai Takisung tersebut.

Wakil Bupati Tanah Laut, Abdi Rahman, mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian setempat yang telah melaksanakan kegiatan penghijauan dengan penanaman pohon mangrove tersebut, menurutnya, selain untuk mecegah abrasi pantai, juga diharapkan nantinya bisa menjadi objek wisata baru di kawasan pantai Takisung.

Kapolres Tanah laut menambahkan “Selain melihat pantai, nantinya wisatawan  akan mendapatkan pemandangan hutan mangrove,  dan nantinaya juga akan dirasakan oleh anak dan cucu kita.   


Statistik Pembaca