Kamis, 13 Agustus 2026

Tanah Laut – Polsek Batu Ampar Polres Tanah Laut terus mendorong pemahaman masyarakat terhadap tata niaga hasil pertanian. Kali ini, Ps. Kanit Binmas Polsek Batu Ampar Aiptu Agus Rahmadani menyampaikan sosialisasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi kepada masyarakat. Jumat (14/8).

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada warga mengenai isi Tabel Rafaksi, khususnya indeks harga jagung yang disesuaikan dengan kadar air. Informasi ini penting bagi petani agar memahami salah satu faktor yang berkaitan dengan nilai jual hasil panen.

Dalam penyampaiannya, Aiptu Agus Rahmadani menjelaskan bahwa pemahaman terhadap kadar air dan Tabel Rafaksi dapat membantu petani mengetahui dasar penentuan harga jagung ketika hasil panen dipasarkan. Edukasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi dan memperoleh informasi secara langsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Batu Ampar dalam mendukung masyarakat, khususnya petani jagung, sekaligus memperkuat program ketahanan pangan.

Aiptu Agus Rahmadani berharap sosialisasi tersebut dapat menambah wawasan masyarakat sehingga petani semakin memahami kualitas hasil panen dan mekanisme penentuan harga berdasarkan kadar air.

Polsek Batu Ampar akan terus mengoptimalkan peran personel di lapangan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut – Polsek Kintap Polres Tanah Laut terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui monitoring tanaman jagung di wilayah Kecamatan Kintap. Kali ini, personel memantau lahan milik Sdr. Tugiman yang berada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (14/8).

Lahan seluas sekitar 1 hektare tersebut saat ini ditanami jagung yang telah memasuki usia 65 hari. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik menjelang tanaman memasuki tahapan pertumbuhan berikutnya.

Selain mengecek kondisi tanaman, personel juga berkomunikasi dengan petani terkait perawatan, kebutuhan tanaman, serta berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory mengatakan, monitoring secara berkala penting untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan para petani.

"Kami terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada petani. Harapannya, tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen sehingga hasil yang diperoleh nantinya juga maksimal. Polri akan terus hadir mendukung masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian," ujar AKP Ahmad Baysory.

Polsek Kintap berkomitmen melanjutkan pendampingan terhadap petani dan lahan pertanian di wilayahnya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut – Laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait adanya kebakaran di wilayah Desa Bukit Mulya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, pada Kamis, 13 Agustus 2026, langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Kintap.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory, S.E., M.M. bersama anggota segera melakukan pengecekan ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kondisi dan perkembangan titik api. Berdasarkan hasil pemantauan melalui aplikasi Hotspot Lancang Kuning, titik tersebut terpantau dalam kategori Sedang, dengan koordinat -3° 49' 32.3" S, 115° 16' 23.3" E atau S -3.824564, E 115.27314.

Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Kintap melakukan koordinasi dengan Damkar Kintap serta pihak perusahaan PT Arutmin Indonesia selaku pemegang IUP di wilayah tersebut.

Namun, proses pemadaman mengalami kendala karena lokasi titik api berada di bekas areal tambang dengan kondisi tebing yang curam, sehingga menyulitkan petugas maupun pihak perusahaan untuk menjangkau dan melakukan pemadaman secara maksimal.

Pihak perusahaan telah melakukan sejumlah upaya penanggulangan, di antaranya penyemprotan dan penyiraman pada area yang terbakar serta penimbunan di sekitar titik api guna mencegah api meluas. Upaya tersebut terus dilakukan untuk mengendalikan titik api agar tidak berkembang dan merambat ke wilayah lainnya.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory, S.E., M.M. menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak perusahaan dalam rangka percepatan penanganan karhutla.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan membakar hutan dan lahan serta bahaya yang dapat ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak PT Arutmin Indonesia untuk segera melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar padam sehingga tidak merambat ke area perkebunan maupun permukiman milik warga,” ujar Kapolsek Kintap.

Polsek Kintap juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian karhutla melalui Call Center 110 maupun kepada pihak kepolisian terdekat.

Langkah cepat dan sinergi antara kepolisian, pemadam kebakaran, perusahaan, serta masyarakat diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan, perkebunan, dan permukiman warga. 

Statistik Pembaca