Selasa, 14 Mei 2019

Pelaihari 15/05/2019  Humas Polres Tanah laut


Beruntung tidak terjadi masalah berkepanjangan dua ormas di Tanah Laut, yang sempat memanas,lantaran adanya postingan setatus WA dari salah satu ormas anggota Banser yang memicu emosi ormas Front Pembela Islam (FPI). 

Pihak Kepolisian Polres Tanah Laut, bertindak cepat mediasi perselisihan antara anggota ormas tersebut.  Senin (13/05/2019)  Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan S.IK. MH,  mengatakan, persoalan ini ada kesalah pahaman di media sosial, dimana salah satu anggota Banser berkomentar tidak pas di media sosial yang menyinggung salah satu ormas FPI. Hari ini, pihaknya mediasikan dan diketemukan antara kedua belah pihak, agar tidak berkembang dan memang keduanya itu sudah kenal lama. Kapolres berharap, dengan mediasi di Polres Tanah Laut permasalahan terjadi di media sosial bisa selesai sampai disini dan tidak berkembang kemana-mana, dari pihak Polres merasa bertenggungjawab mempertemukan kedua belah pihak supaya situasi kondusif di Tanah Laut,  apalagi pasca Pemilu 2019, tentunya perlu dukungan dari seluruh masyarakat Tanah Laut.

Terpisah, Panglima FPI, Kalimantan Selatan Ustadz Zainal Abidin mengatakan, dirinya berterimakasih kepada anggota Banser yang telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut. Menurutnya, semoga kedepan bisa sinergi antara Banser dan FPI dalam berbagai kegiatan di Tanah Laut," tandasnya. 




Dimediasi Polres Tanah Laut, Perseteruan antar Anggota Ormas Berakhir Damai


Pelaihari 15/05/2019  Humas Polres Tanah laut




Mengantisipasi terjadinya tawuran antar pemuda di Pelaihari, anggota Polsek Pelaihari, Aipda Agus Triyanto langsung menyambangi pemuda yang berkumpul saat malam hari di Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanahlaut.
Kepada para pemuda yang berkumpul juga langsung disampaikan pesan-pesan Kamtibmas untuk turut menjaga keamanan dengan tidak mengkonsumsi minuman keras dan menggunakan narkoba.
"Kita juga mengantisipasi tawuran antar pemuda di wilayah hukum Polsek Pelaihari," ujar Aipda Agus kepada  Selasa (14/5/2019).

Giat sambang desa-desa dan perkampungan tersebut terangnya untuk pembinaan kepada masyarakat. Selain itu untuk menjalin silaturahmi antara polisi pengayom masyarakat dengan warga, "Selain itu untuk lebih mendekatkan hubungan antara polisi dan masyarakat khususnya di perdesaan," sebutnya.

Sementara Kapolsek Pelaihari, AKP Aji Wisa Prayogo mengatakan dengan adanya kegiatan sambang dan patroli malam hari yang dilakukan anggota Polsek Pelaihari diharapkan dapat mencegah tindak kriminalitas yang mengancam masyarakat.
"Giat sambang dan patroli baru selesai jika tidak diketemukan tindak kejahatan dan situasi aman kondusif," ujarnya.

Tawuran antar pemuda terangnya tergolong tindakan kriminalitas yang mengancam masyarakat. Dengan adanya sambang desa dan bertemu dengan pemuda diharapkan tindakan tawuran bisa dihilangkan dan mengajak pemuda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.

Statistik Pembaca